Memuatkan ...

Sabtu, 18 Jun 2011

"zikir" - senjata terampuh di akhir zaman



Apa maksud zikir? Ia berarti "ingat" yang khusus tertuju kepada Maha Pencipta. Bukan selainnya. Zikir yang paling utama dan sangat dianjurkan ialah ucapan nafi dan isbat iaitu Laa Ilaaha IllalLah


Banyak lagi zikir-zikir yang dianjurkan oleh para ulama muktabar dan setiap suatu memberi impak yang berbeza kepada diri dan sekitarnya. Zikir menghasilkan gelombang tenaga yang cukup kuat, halus dan padu. Namun gelombang ini seperti mana lain-lain sinaran yang senonim dengannya tidak akan dapat dicapai oleh pandangan mata kasar.  Contoh paling mudah yang dapat diberikan, ahli sains sudah menemui satu keadaan dimana bunyi yang nyaring boleh menggegarkan malah mampu meruntuhkan sesuatu struktur bangunan. Memecahkan gelas dan menghancurkan apa sahaja bergantung kepada bagaimana ia dihasilkan.

Gelombang otak manusia juga satu anugerah yang penuh misteri, jika tahu menggunakannya ia akan menjadi satu senjata yang sangat hebat. Dalam Islam ia kepunyaan para wali Allah yang tercetus dari amalam zikir yang mereka amalkan. Semakin halus semakin terahsia zikir itu dan ia akan menjadi "sirr" menghasilkan sesuatu yang luar biasa berbentuk tenaga yang terselindung dari pengetahuan manusia. 

Tak diragukan lagi sebagaimana diketahui bahwa zikir adalah sumber utama dalam menjalankan tugas dan tanggungjawap utama hidup kita, iaitu beribadah secara lanngsung kepada Allah swt. Bahkan jika diperhatikan, inti seluruh ibadah adalah "zikir" : menyebut, mengingat, memahami, merenungkan, dan mengamalkan petunjuk Allah. Zikir sebenarnya adalah ibadah yang paling ringan dan murah. Zikir juga merupakan ibadah yang fleksibel, karena mampu dilaksanakan di semua tempat, waktu, dan keadaan. Oleh karenanya, ia adalah ibadah sepanjang waktu dan sepanjang hayat.

Kita sudah terbiasa mendengar ceramah, usrah atau membaca segala bentuk penjelasan bahwa doa dan zikir akan mendatangkan ketenangan jiwa, meninggikan derajat manusia, menambah pahala, dan menggugurkan dosa. Tetapi, bagaimana dengan beberapa hal ‘luar biasa’ berikut ini?

Tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir menjadi makanan dan minuman fizikal saat kaum muslimin mengalami bencana kekeringan dan kelaparan yang melampau selama tiga tahun (kemarau panjang) sebelum kemunculan Dajjal - alhadis.

Tahlil dan takbir yang dikumandangkan oleh 70.000 Bani Ishaq, pasukan Al-Mahdi meruntuhkan benteng Konstantinopel di daratan, lautan, dan pintu gerbang kota.

Zikir dan doa sebagai kekuatan Zulkarnain ketika membangun tembok pemisah, juga sebagai sumber kekuatan bangsa Yakjuj dan Makjuj untuk melubangi dan meruntuhkan benteng pembatas tersebut malah ajaibnya, sebagai senjata Nabi Isa dan kaum muslimin untuk menewaskan dan sekaligus menguburkan bangsa Yakjuj dan Makjuj. Padahal, semua penduduk bumi dan langit tidak mampu membendung kejahatan dua bangsa perusak yang besar, kejam, dan ganas itu!

Zikir dan doa dapat menyelamatkan diri dari pembunuhan, mengkukuhkan pasukan Islam, memporak-perandakan pasukan musuh, dan mengantarkan prajurit muslim untuk syahid, terutama di masa kekacauan akhir zaman dan perjuangan Al-Mahdi-Nabi Isa untuk memakmurkan dunia dengan syariat Allah.

Zikir dan doa menghindarkan harta dan nyawa kaum muslimin dari bencana alam, di saat akhir zaman yang sering terjadinya gempa bumi, hujan meteor, kegelapan pekat, dan perubahan cara bentuk manusia. Bahkan, doa dan zikir boleh menterbalikkan sesuatu suasana, mengubah bencana menjadi keberkatan.

Zikir dan doa mengandung lima kekuatan dahsyat yang menyelamatkan kaum muslimin dari segala penyakit jasad, baik secara preventif maupun kuratif.

Doa dan zikir mengajarkan visi, misi, dan langkah-langkah operasi yang harus ditempuh oleh kaum muslimin untuk mempertahankan iman, meningkatkan amal, menyusun fusthath iman (kelompok iman), dan membentenginya dari pengkhianatan sama ada dari dalam atau luaran, manakala fitnah Duhaima’ yang mendahului masa keluarnya Dajjal, telah datang menampar umat Islam dengan dahsyatnya.

Doa dan zikir melemahkan semua tipu daya, kepalsuan, dan kekuatan Dajjal. Padahal, Dajjal membawa sungai air dan api, juga gunung roti, mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tanaman, bahkan menghidupkan kembali beberapa orang yang telah mati.

Doa dan zikir mendatangkan kemulian bagi seorang muslim untuk ikut menyambut turunnya Nabi Isa dari langit, meningkat keimanan dari peristiwa binatang yang boleh berkata-kata, dan mendapat taubat sebelum matahari terbit dari arah barat.

Dengan kaedah tadabur dan tafakur, kita akan dapat menyelami dan menghayati kedalaman makna dan juga kedahsyatan energi/tenaga yang terhasil dari doa kepada ilahi dan juga amalan zikir nabawi, selanjutnya membangunkan satu ummah baru muslimin menghadapi berbagai huru-hara dan peristiwa besar menuju kiamat pada akhir zaman.

1 ulasan:

  1. Assalamualaikum...Nice artikel ..saya setuju 1000%,suka baca banyak input...

    BalasPadam